Senin, 13 November 2017

Tutorial Mudah Mengganti Template di Blogger

Nama: Dewa Ayu Tri Padmi Putri
No    : 16


Tutorial Mudah Mengganti Template di Blogger


Mengganti template Blog adalah cara yang biasa dilakukan blogger untuk membuat tampilan situsnya jadi lebih menarik dan enak untuk dilihat. Selain untuk memperbarui tampilan, mengganti template Blog juga biasa digunakan agar situs tersebut lebih SEO Friendly.
Mengganti template pada sebuah Blogger (blogspot) tentu bukanlah hal yang sulit, pada artikel kali ini Jaka jelaskan cara mudah untuk mengganti dan memasang template baru di sebuah Blogger serta rekomendasi situs download template Blog terbaik.
Cara Mengganti Template Blogger
1. Template yang sudah kamu download tadi biasanya berformat .xml. Berikut adalah cara memasang template tersebut ke dalam Blogger (Blogspot):
• Masuk ke Blogger.com, lalu pilih menu Template.
Mengganti template Blog adalah cara yang biasa dilakukan blogger untuk membuat tampilan situsnya jadi lebih menarik dan enak untuk dilihat. Selain untuk memperbarui tampilan, mengganti template Blog juga biasa digunakan agar situs tersebut lebih SEO Friendly.
Mengganti template pada sebuah Blogger (blogspot) tentu bukanlah hal yang sulit, pada artikel kali ini Jaka jelaskan cara mudah untuk mengganti dan memasang template baru di sebuah Blogger serta rekomendasi situs download template Blog terbaik.

Situs Download Template Blogger
Berikut ini beberapa rekomendasi situs tempat download template Blog yang bisa kamu coba. Jika sudah menemukan template yang kamu suka, download template tersebut dan ikuti langkah-langkah berikut ini untuk memasang template pada Blogger.

Cara Mengganti Template Blogger

1.      Template yang sudah kamu download tadi biasanya berformat .xml. Berikut adalah cara memasang template tersebut ke dalam Blogger (Blogspot):
  • Masuk ke Blogger.com, lalu pilih menu Template.

  • ·         Ke pojok kanan atas lalu pilih Backup/Restore.

·        Klik Choose File lalu pilih file XML (template blog) yang kamu download tadi.
·        Jika sudah klik Upload, maka secara otomatis template baru akan terpakai.
Itulah cara mudah untuk mengganti template pada Blogger, untuk kamu yang masih bingung, jangan lupa untuk bertanya di kolom komentar. Selamat mencoba!

Instagram: https://www.instagram.com/tpadmii/
http://kingbohye.blogspot.co.id/2011/03/101-cara-memperindah-blog.html

Senin, 02 Oktober 2017

Rangkuman Materi Kependudukan dan Lingkungan

1. Jumlah penduduk indonesia selalu mengalami peningkatan dari  waktu ke waktu, hal ini disebabkan karena beberapa ha seperti: Indonesia masih termasuk Negara berkembang, adanya sugesti masyarakat jaman dulu bahwa banyak anak banyak rejeki, pendidikan sebagian besar penduduk Indonesia masih rendah .

2. Dinamika penduduk adalah perubahan jumlah penduduk dari waktu ke waktu. Pertumbuhan penduduk bisa dilihat dengan grafik dan diagram, entah itu diagram garis, batang atau lainnya.

3. Dinamika penduduk dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi).

4. Untuk mengetahui jumlah kelahiran bayi hidup setiap 1.000 penduduk di suatu wilayah dalam kurun waktu satu tahun maka perlu dilakukan penghitungan angka kelahiran. Angka kelahiran dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini: jumlah bayi lahir dalam 1 tahun x 1000 : jumlah penduduk wilayah tersebut

Setelah melakukan penghitungan angka kelahiran, selanjutnya hasilnya dicocokkan dengan acuan penggolongan angka kelahiran berikut ini.

a. Apabila angka kelahiran menunjukkan angka kurang dari 20 (<20), maka angka kelahiran di wilayah tersebut tergolong rendah.

b. Apabila angka kelahiran menunjukkan angka antara 20 –30, maka angka kelahiran di wilayah tersebut tergolong sedang.

c. Apabila angka kelahiran menunjukkan angka lebih dari 30 (>30), maka angka kelahiran di wilayah tersebut tergolong tinggi.

5. Untuk mengetahui jumlah kematian setiap 1.000 penduduk di suatu wilayah dalam waktu satu tahun maka perlu dilakukan penghitungan angka kematian. Angka kematian dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini: Jumlah penduduk yang meninggal dalam 1 tahun x 1000 : luas wilayah daerah tersebut
a. Apabila angka kematian menunjukkan angka kurang dari 14 (<14), maka angka kematian di wilayah tersebut tergolong rendah.

b. Apabila angka kematian menunjukkan angka antara 14 – 18, maka angka kematian di wilayah tersebut tergolong sedang.

c. Apabila angka kematian menunjukkan angka lebih dari 18 (>18), maka angka kematian di wilayah tersebut tergolong tinggi

6. Migrasi penduduk ada bermacam-macam jenisnya seperti imigrasi, emigrasi, transmigrasi, urbanisasi, ruralisasi, remigrasi dan migrasi  lainnya.
7. Dampak yang terjadi pada lingkungan akibat peningkatan jumlah penduduk antara lain: pencemaran lingkungan oleh limbah atau sampah rumah tangga, berkurangnya ketersediaan air bersih karena sumber air telah rusak dan tercemar oleh ulah manusia, berkurangnya ketersediaan udara bersih krena pengalihfungsian lahan hijau menjadi pemukiman penduduk, dan berkurangnya ketersediaan ruang dan lahan pertanian juga dikarenakan alih fungsi menjadi pemukiman penduduk.

8. Semakin banyak jumlah penduduk, maka resiko terjadinya pencemaran semakin tinggi karena limbah dan sampah yang dihasilkan akan semakin banyak terutama limbah rumah tangga dan industri. selain itu, semakin banyaknya jumlah penduduk maka makin banyak yang menggunakan kendaraan bermotor untuk berpergian sehingga mengakibatkan pencemaran udara .

9. Semakin banyak jumlah penduduk, maka jumlah air yang dibutuhkan semakin banyak karena manusia membutuhkan air untuk melakukan berbagai aktivitas seperti, mandi, minum, mencuci, memasak dan lainnya. Oleh karena itu, mulai sekarang kita harus menghemat air dan jangan membuang-buang air bila sedang tidak diperlukan, karena banyak saudara kita diluar sana yang masih kesulitan hanya untuk minum karena kekurangan air.

10. Semakin banyak jumlah penduduk, maka ketersediaan udara bersih semakin berkurang karena lahan hijau sumber penyedia udara bersih dan sumber oksigen di jadikan pemukiman penduduk dan masih akan terus berkurang lahan hijaunya tiap tahun.

11. Semakin banyak jumlah penduduk,maka ketersediaan ruang dan lahan pertanian semakin sedikit dan sempit karena manusia memerukan ruangan untuk bergerak dan lahan pertanian dijadikan pemukiman .

12.  Ciri-ciri air tercemar adalah adanya endapan atau bahan Terlarut misalnya limbah rumah tangga seperti air bekas cucian piring, air bekas mandi dan adanya limbah industry yang berbahaya karena tidak diolah dengan baik , adanya perubahan suhu karena air digunakan untuk mendinginkan mesin-mesin pabrik, adanya perubahan pH air menjadi tidak netral atau tidak mendekati netral, adanya perubahan warna, bau, dan rasa air karena polutan (limbah dan sampah/bahan pencemar) dan air yang sehat dan tidak tercemar adalah air bening yang tidak berbau, berasa dan berwarna.  untuk lebih jelasnya tentang info ciri air yang tercemar baca juga ciri-ciri air yang tercemar lengkap.

Jika air dirumah atau lingkungan sekitar agar kotor dan tercemar maka agan bisa menggunakan biji tanaman kelor sebagai penjernihnya lho! Untuk info selengkapnya baca: Cara mudah menjernihkan air dengan biji tanaman kelor


Demikian postingan dari saya tentang Rangkuman Materi Kependudukan dan Lingkungan Kelas 9 kurikulum 2013 dan semoga bermanfaat bagi agan sekalian. Saya berpesan untuk selalu menjaga alam supaya tetap lestari sehingga kita bisa mewariskannya kepada anak cucu kita kelak. Cukup lakukan hal kecil saja seperti membuang sampah pada temapatnya

Reproduksi pada Hewan

Seperti halnya tumbuhan, reproduksi pada hewan juga dapat dengan cara kawin maupun secara tak kawin.Perkembangbiakan pada hewan juga terjadi baik secara aseksual maupun seksual. Hewan tingkat rendah dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual. Sedangkan hewan tingkat tinggi hanya bereproduksi secara seksual saja.

Reproduksi pada Invertebrata

1.    Perkembangbiakan aseksual
Perkembangbiakan secara aseksual pada hewan invertebrata terjadi dengan cara:
  • Membelah diri (pembelahan biner),  yaitu pembelahan diri dari satu sel menjadi dua sel baru. Misalnya, terjadi pada Protozoa.
  • Fragmentasi, yaitu pemisahan sebagian sel dari suatu koloni dan selanjutnya membentuk koloni sel baru. Misalnya, terjadi pada Volvox.
  • Sporulasi atau pembentukan spora, misalnya Plasmodium (penyebab malaria) pada fase oosit. Oosit akan membelah dan selanjutnya akan menghasilkan sporozoit.
  • Pembentuhan tunas, misalnya pada hewan Hydra dan Porifera
  • Dengan regenerasi, yaitu sebagian tubuh terpisah dan selanjutnya bagian tadi dapat tumbuh menjadi individu baru yang lengkap. Misalnya pada Planaria dan Bintang Laut2.    Perkembangbiakan seksual
    Pada reproduksi seksual tidak selalu terjadi pembuahan, namun kadang-kadang dapat terbentuk individu baru tanpa adanya pembuahan, sehingga reproduksi secara kawin pada hewan invertebrata dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
    1. Tanpa pembuahan, yaitu pada peristiwa partenogenesis, sel telur tanpa dibuahi dapat tumbuh menjadi individu baru. Misalnya pada lebah jantan dan semut jantan.
    2. Dengan pembuahan, dapat dibedakan atas konjugasi dan anisogami.
      • Konjugasi, ini terjadi pada invertebrata yang belum jelas alat reproduksinya misalnya Paramecium.
      • Anisogami, yaitu peleburan dua asel kelamin yang tidak sama besarnya, misalnya peleburan mikrogamet dan makrogamet pada Plasmodium, dan peleburan sperma dengan ovum di dalam rahim.
      Pembiakan seksual lainnya dapat kita temukan pada:
    • Hydra
    • Selain berkembang biak secara aseksual (bertunas) Hydra juga dapat berkembang biak secara seksual. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan pembentukan testis dan ovarium, yang terdapat pada satu tubuh (hermafrodit). Alat tersebut masing-masing menghasilkan spermatozoid dun ovum. Hasil pembuahannya adalah zigot yang selanjutnya akan berkembang menjadi hewan baru.
    • Cacing pita

    • Tubuh cacing pita terdiri atas segmen-segmen yang disebut proglotid. Pada setiap proglotid terdapat ovarium yang menghasilkan ovum dan testis yang menghasilkan sel sperma. Bila sel telur dan sel sperma sudah masak, maka terjadilah pembuahan didalam proglotid yang menghasilkan zigot.
      cacing tanah
      Cacing tanahDalam tubuh cacing tanah terdapat beberapa segmen yang kulitnya menebal disebut klitelum. Dalam segmen tersebut terdapat testis yang membentuk spermatozoid, dan ovarium yang membentuk ovum. Walaupun ovum dan spermatozoid terdapat dalam satu tubuh, cacing tanah tidak pernah mengadakan pembuahan sendiri, tetapi melakukan perkawinan dengan mempertukarkan spermatozoid (perkawinan silang).
    • Serangga
      Pada beberapa jenis serangga, misalnya lebah madu (Apis indica), terdapat koloni yang terdiri atas ratu yang fertil, pejantan fertil dan mati setelah kawin, dan  pekerja yang mandul (steril). Pada waktu kawin, sperma dari jantan disimpan dalam kantung sperma di induk betina. Sperma ini merupakan cadangan sperma selama ratu hidup. Bila telur yang telah matang dibuahi oleh sperma, telur tersebut akan berkembang menjadi calon ratu, calon pekerja atau prajurit, sedangkan yang tidak dibuahi (partenogenesis) akan berkembang menjadi pejantan. Lebah pekerja dan prajurit menjadi mandul (streril) karena pengaruh lingkungan, yaitu kurang makan.
    • Reproduksi pada Vertebrata

      Vertebrata hanya dapat berkembang biak secara kawin (seksual), yaitu melalui peleburan antara ovum dan spermatozoid. Pembuahan pada vertebrata dapat terjadi di luar tubuh maupun di dalam tubuh. Bila terjadi di luar tubuh disebut fertilisasi eksterna, misalnya pada ikan dan katak. Bila pembuahannya terjadi di dalam tubuh disebut fertilisasi interna. Misalnya pada reptilia, burung, dan hewan menyusui.
      Perkembangbiakan pada vertebrata dapat dibedakan atas:
      1. Ovipar (bertelur), ialah hewan yang meletakkan telur di luar tubuhnya. Embrio berkembang di dalam telur dan memperoleh sumber makanan dari cadangan makanan dalam telur. Misalnya ikan, burung, amfibia, dan sebagian reptilia.
      2. Ovovivipar (bertelur-beranak), ialah hewan yang menghasilkan telur, dan embrio berkembang dalam telur. Pembeda dengan ovipar adalah kelompok hewan ovovivipar tidak mengeluarkan telurnya dari dalam tubuh. Jadi embrio tetap tumbuh di dalam telur tetapi tetap berada di dalam tubuh induk. Saat menetas dan keluar dari tubuh induknya tampak seperti melahirkan. Misalnya, ikan Hiu, kadal, dan beberapa jenis ular.
      3. Vivipar (beranak), ialah hewan yang melahirkan anaknya. Embrio berkembang di dalam tubuh induknya dan mendapatkan makanan dari induknya dengan perantaraan plasenta (ari-ari). Misalnya, manusia dan hewan menyusui lainnya.
      Ikan
      Ikan termasuk hewan yang bersifat ovipar. Ikan tidak mempunyai organ perkawinan. Pembuahan terjadi diluar tubuh, yaitu di dalam air. Sekali bertelur ikan mampu menghasilkan ribuan telur yang tidak dilindungi oleh cangkang. Telur yang telah dibuahi selanjutnya ada yang dibiarkan terapung-apung dalam air, ada yang ditempatkan dalam sarang dan dijaga oleh induknya, ada yang ditempelkan pada tanaman dalam air, serta ada pula yang disimpan di dalam rongga mulut induk betinanya seperti pada mujaer.
      Amfibi
      Seperti pada ikan, katak juga bertelur dengan fertilisasi eksternal. Telur yang telah dibuahi akan bergerombol dipermukaan air. Setelah enam hari telur akan menetas menghasilkan berudu atau kecebong. Berudu hidup di dalam air dan bernafas dengan insang. Setelah mengalami metamorfosis selama 1- 3 bulan, ia akan berubah bentuk menjadi katak. Pada umur satu tahun katak telah menjadi dewasa.
      Reptilia
      Ada yang meletakkan telur (ovipar) dan ada pula yang bersifat ovovivipar. Pembuahan terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Telur dilindungi oleh cangkang. Telur yang dikeluarkan ada yang disembunyikan didalam pasir, di dalam lumpur, ada yang dierami. Pada kadal telurnya menetas di dalam tubuh (ovovivipar).
      Aves
      Fertilisasi internal dengan kloaka. Semua jenis burung bereproduksi dengan cara bertelur (ovipar). Ada burung yang mengerami telurnya, ada yang menyimpannya dalam lubang-lubang yang ditutupi daun, ada pula yang menyimpan telurnya didalam pasir. Seekor burung sekali musim hanya mampu bertelur beberapa butir saja. Pada burung merpati, sekali musim bertelur mengeluarkan 2 butir telur yang akan menetas menghasilkan burung jantan dan betina. Embrio yang berkembang dalam cangkang mendapat makanan dari cadangan makanan yang tersimpan dalam telur tersebut.
      Mamalia
      Fertilisasi intemal, karena telah memiliki organ reproduksi sempurna. Kecuali golongan hewan berparuh bebek (Platypus), semua hewan menyusui selalu melahirkan (vivipar). Telur mamalia kecil dan mengandung sedikit cadangan makanan. Embrio mendapat makan dari rahim induknya melalui plasenta.

    Reproduksi pada Tumbuhan


    Reproduksi (Perkembangbiakan)


    selamat datang di materi reproduksi pada Tumbuhan dan hewan 🙂
    nah, disini kita akan sama sama belajar mengenai apa sih itu reproduksi dan gimana aja sih cara reproduksi pada tumbuhan dan hewan itu ? semoga bermanfaat teman teman ^^ check it out ….
    Selain manusia dan hewan, tumbuhan juga dapat berkembang biak. Tujuan perkembangbiakan yaitu untuk mempertahankan jenisnya agar tidak punah. Perkembangbiakan pada tumbuhan ada dua cara, yaitu dengan cara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan vegetatif adalah perkembangbiakan melalui bagian tumbuhan itu sendiri, sedangkan perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan melalui penyerbukan. Tumbuhan berkembangbiak dengan cara kawin (generatif) dan tidak kawin (vegetatif).

    A. Reproduksi pada Tumbuhan


    1. tumbuhan Tidak Berpembuluh


    a. Reproduksi Ganggang (Alga)
    • Reproduksi vegetatif, antara lain dengan membentuk zoospora. fragmentasi. dan membelah diri.
    1. Dengan membentuk oospora (spora) berupa sel reproduksi aseksual yang memiliki flagel (bulu cambuk), misalnya pada Chlorococcum.
    2. Secara Fragmentasi, yaitu pemotongan bagian tubuh menjadi beberapa bagian. setiap potongan tubuh dapat berkembang menjadi organisme baru, misalnya pada Spirogyra.
    3. Dengan membelah diri, misalnya pada Navicula
    • Reproduksi generatif, antara lain dengan konjusasi dan membentuk sel kelamin.
    1. Konjugasi, yaitu reproduksi generatif pada organisme yang tidak diketahui jenis kelaminnya. Untuk membedakan jenis kelamin ditandai dengan (+) dan (-). Konjugasi diawali dengan plasmogonu (persatuan plasma) dilanjutkan dengan kariogomi (persatuan inti sel). Reproduksi secara konjugasi terjadi pada Spirogyra.
    2. Dengan pembentukan gamet (sel kelamin). yaitu sel telur (ovum) oleh oogonium dan sperma oleh anteridium. misalnya pada Ulva dan Oedogonium.

      2. Tumbuhan Berpembuluh


      a. Reproduksi Tumbuhan Paku
      Pada tumbuhan paku terjadi metagenesis. Tumbuhan paku merupakan generasi sporofit yang menghasilkan spora. Daun paku dibedakan menjadi dua macam, yaitu sporofil dan tropofil. Sporofil adalah daun yang bersifat fertil (subur), dapat menghasilkan spora: sedangkan tropofil adalah daun yang bersifat infertil (mandul). tidak dapat menghasilkan spora.

      B. Reproduksi Tumbuhan Berbiji


      1. Reproduksi Vegetatif
      Reproduksi vegetatif pada tumbuhan berbiji dapat dibedakan menjadi dua macam. yaitu reproduksi vegetatif alami dan reproduksi vegetatif buatan. Reproduksi vegetatif alami adalah reproduksi vegetatjf yang terjadi secara alami (tanpa campur tangan manusia), sedangkan reproduksi vegetatif buatan adalah reproduksi vegetatif dengan bantuan manusia.
      • Rhizoma
        Rhizoma (akar rimpang) sebenarnya adalah akar yang tumbuh mendatar dan terletak di bawah permukaan tanah. Rhizoma berbentuk mirip akar, tetapi berbuku-buku (beruas-ruas) seperti batang dan pada ujungnya terdapat kuncup. Pada setiap buku terdapat daun yang berubah bentuk menjadi sisik dan di setiap ketiak sisik terdapat tunas. Jika tunas di ujung rhizoma dan ketiak tumbuh menjadi tanaman baru, tanaman tersebut tetap bergabung dengan tanaman induknya sehingga membentuk rumpun. Rhizoma antara lain ditemukan pada tanaman lengkuas, kunyit, sansiviera, dan temu lawak.
      • Geragih (Stolon)
        Geragih (stolon) adalah batang yang tumbuh menjalar di atas atau di bawah permukaan tanah. pada geragih terdapat buku-buku dengan tunas-tunas yang dapat tumbuh menjadi organisme baru. Di bagian bawah tunas dapat tumbuh akar-akar serabut baru. Kuncup bagian ujung umumnya menyentuh ranah. Setelah jauh dari induknya, ujung geragih akan membelok ke atas dan tumbuh menjadi tanaman baru yang jauh dari induknya. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan geragih adalah pegagan dan arbei (geragih tumbuh menjalar di atas tanah), serta rumput teki (geragih tumbuh di barvah permukaan tanah).
      • Tunas Adventif
        Tunas adventif adalah tunas yang tumbuh bukan pada ujung batang ataupun ketiak daun. Contoh tumbuhan yang me|akukan perkembangbiakan dengan tunas adventif adalah cocor bebek. kesemek, dan sukun.
      • Umbi Lapis
        Umbi lapis adalah tunas yang mengalami modifikasi’ terdiri atas batang yang sangat pendek, dibungkus oleh daun-daun yang berdaging, dan menyerupai sisik. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis adalah bawang merah, bawang putih, dan bakung.

    • Umbi Batang
      Umbi batang adalah batang yang tumbuh di dalam tanah, ujungnya menggembung membentuk umbi. Bagian ini merupakan tempat menyimpan cadangan makanan, terutama zat tepung. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang adalah kentang dan gembili. Umbi batang juga merupakan alat perkembangbiakan secara vegetatif. Pada umbi batang dapat tumbuh mata tunas, yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru.

      Reproduksi Generatif pada Tumbuhan

      Penyerbukan

    • Penyerbukan adalah sampainya serbuk sari pada tempat tujuan. Pada tumbuhan Gymnospermae, tujuan serbuk sari adalah tetes penyerbukan, sedangkan pada tumbuhan Angiospermae, tujuan serbuk sari adalah kepala putik.
      Macam-macam penyerbukan
      a. Berdasarkan penyebab sampainya serbuk sari pada tujuan
      1. Anemogami: penyerbukan yang disebabkan oleh angin.
      Ciri-ciri tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh angin ialah:
      • bunganya tidak bermahkota
      • serbuk sarinya bergantungan kedudukannya
      • serbuk sarinya banyak dan ringan
      • kepala putiknya besar.
      Contohnya: rumput, tebu, dan alang-alang.
      2. Zoidiogami: penyerbukan yang dibantu oleh hewan.
      Berdasarkan jenis hewannya dapat dibedakan lagi menjadi:
      • Entomogami:penyebabnya adalahserangga.Tumbuhan yang penyerbukannya memerlukan bantuan serangga umumnya mempunyai ciri-ciri:
        • mahkota bunga berwarna mencolok
        • mengeluarkan bau yang khas
        • mempunyai kelenjar madu
      • Ornitogami: penyerbukan karena bantuan burung, terjadi pada tumbuhan yang bunganya mengandung madu atau air.
      • Kiropterogami: penyerbukan karena bantuan kelelawar, terjadi pada tumbuhan yang bunganya mekar pada malam hari.
      • Malakogami: penyerbukan karena bantuan siput, terjadi pada tumbuhan yang banyak dilekati siput.
      3. Hidrogami: penyerbukan karena bantuan air. Ini pada umumnya terjadi pada tumbuhan yang hidup di dalam air, misalnya Hydrilla.
      4. Antropogami: disebut juga penyerbukan buatan atau sengaja, yaitu penyerbukan karena bantuan manusia. Hal ini dilakukan oleh manusia karena tidak terdapatnya vektor yang dapat membantu penyerbukan. Contohnya, tumbuhan vanili.
      pada kelompok padi, jagung, alang2 dsb penyerbukannya dibantu angin
    • kebanyakan bunga diserbuki oleh serangga

    • Burung Kolibri, salah satu hewan penyerbuk

    • Bunga Vanili, salah satu contoh tumbuhan yang penyerbukannya dibantu manusia

    • b. Berdasarkan asal serbuk sari
      1. Autogami atau penyerbukan sendiri. Autogami dapat terjadi bila serbuk sari berasal dari bunga yang sama. Autogami sering terjadi pada saat bunga belum mekar disebut kleistogami.
      2. Geitonogami atau penyerbukan tetangga, yaitu penyerbukan di mana serbuk sari berasal dari bunga yang berlainan tetapi masih dalam satu individu.
      3. Alogami atau penyerbukan silang, yaitu penyerbukan di mana serbuk sari berasal dari bunga individu lain tetapi masih dalam satu species/jenis.
      4. Bastar yaitu penyerbukan di mana serbuk sari dan putik berasal dari spesies lain.
      Terjadinya penyerbukan belum memberi jaminan akan terjadinya pembuahan, karena buluh serbuk sari yang berasal dari serbuk sari dalam perkembangan selanjutnya belum tentu dapat mencapai sel telur, yang letaknya di dalam bakal buah jauh dari kepala putik.
      Pada beberapa jenis tumbuhan penyerbukannya tidak mungkin terjadi secara autogami (penyerbukan mandiri). Hal ini antara lain disebabkan oleh:
      1. Dioseus (berumah dua), artinya alat kelamin jantan dan alat kelamin betina terdapat pada individu yang berbeda. Misalnya: melinjo dan salak.
      2. Dikogami, bila putik dan serbuk sari suatu bunga masaknya tidak bersamaan. Dikogami dapat dibedakan atas:
      • Protandri, bila serbuk sari suatu bunga masak lebih dulu dari pada putiknya. Contohnya: bunga jagung, seledri, dan bawang Bombay.
      • Protogini, bila putik suatu bunga masak lebih dulu dari serbuk sarinya. Contohnya: bunga kubis, bunga coklat, dan alpukat.
      3. Herkogami, ialah bentuk bunga yang sedemikian rupa, sehingga serbuk sari dari bunga tersebut tidak dapat jatuh pada kepala putiknya, kecuali dengan bantuan manusia atau hewan. Contoh: Anggrek, Vanili, dan lain sebagainya.
      4. Heterostili, ialah bunga yang mempunyai benang sari dan tangkai putik tidak sama panjang. Contoh: tumbuhan familia Rubiaceae (kopi, kina, kaca piring, dan lain sebagainya).

      Pembuahan

      Penyerbukan akan menghasilkan individu baru apabila diikuti oleh pembuahan, yaitu peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Pada tumbuhan berbiji dikenal ada dua macam pembuahan, yaitu pembuahan tunggal pada Gymnospermae, dan pembuahan ganda pada Angiospermae.
      a. Pembuahan tunggal
    • Terjadi pada tumbuhan Gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka. Serbuk sari akan sampai pada tetes penyerbukan, kemudian dengan mengeringnya tetes penyerbukan, serbuk sari yang telah jatuh di dalamnya akan diserap masuk ke ruang serbuk sari melalui mikrofil. Serbuk sari ini sesungguhnya terdiri atas dua sel, yaitu sel generatif atau yang kecil dan sel vegetatif yang besar, hampir menyelubungi sel generatif. Serbuk sari ini kemudian tumbuh membentuk buluh serbuk sari, yang kemudian bergerak ke ruang arkegonium. Karena pembentukan buluh serbuk sari maka sel-sel yang terdapat di antara ruang serbuk sari dan ruang arkegonium terdesak ke samping akan terlarut. Sementara itu di dalam buluh ini sel generatif membelah menjadi dua dan menghasilkan sel dinding atau sel dislokator, dan sel spermatogen atau calon spermatozoid. Sel spermatogen kemudian membelah menjadi dua sel permatozoid. Setelah sampai di ruang arkegonium, sel vegetatif lenyap, dan kedua sel spermatozoid lepas ke dalam ruang arkegonium yang berisi cairan, sehingga spermatozoid dapat berenang di dalamnya. Pada ruang arkegonium terdapat sejumlah sel telur yang besar. Tiap sel telur bersatu dengan satu spermatozoid, sehingga pembuahan pada Gymnospermae selalu mengasilkan zigot yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi embrio. Pembuahan tunggal seperti ini misalnya terjadi pada pohon Pinus.
    • b. Pembuahan ganda
    • Terjadi pada tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan berbiji tertutup.
      1. Perkembangan serbuk sari
      Serbuk sari yang jatuh di kepala putih terdiri atas satu sel dengan dua dinding pembungkus, yaitu: eksin (selaput luar) dan intin (selaput dalam). Eksin pecah, kemudian intin tumbuh memanjang membuat buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari ini akan tumbuh menuju ke ruang bakal biji. Bersamaan dengan ini inti sel serbuk sari membelah menjadi 2, yang besar didepan adalah inti vegetatif sebagai penunjuk jalan, dan yang kecil di belakang adalah inti generatif. Inti generatif membelah lagi menjadi dua inti generatif atau spermatozoid, yaitu inti generatif 1 dan inti generatif 2.
      2. Pembentukan sel telur
      Bersamaan dengan perkembangan serbuk sari dalam buluh serbuk sari, di dalam ruang bakal biji sel induk megaspora (megasporosit/makrosporosit) membelah secara meiosis menjadi 4 sel. Tiga di antaranya mati dan yang satu tumbuh menjadi sel megaspora/makrospora (inti kandung lembaga primer). Inti sel megaspora ini selanjutnya membelah mitosis 3x, sehingga terbentuklah 8 inti. Ke-8 inti tersebut kemudian masing-masing akan terbungkus membran sehingga menjadi sel yang terpisah. Karena itu sel-sel di dalam bakal biji sering disebut multigamet.
      Langkah berikutnya, 8 sel tersebut membentuk formasi di dalam bakal biji. Tiga sel menempatkan diri di bagian atas bakal biji disebut antipoda. Yang di bagian bawah dekat mikrofil, 3 sel menempatkan diri berdekatan. Yang tengah adalah ovum, sedang mengapitnya sebelah kanan dan kiri adalah sinergid. Dua sel yang tersisa bergerak ke tengah bakal biji dan bersatu melebur membentuk inti kandung lembaga sekunder sehingga menjadi sel yang diploid (2n).
      Jika terjadi pembuahan inti generatif 1 membuahi ovum membentuk zigot, sedang inti generatif 2 membuahi inti kandung lembaga sekunder menghasilkan endosperm (3n) sebagai cadangan makanan untuk zigot. Inilah yang dinamakan pembuahan ganda. Sementara itu inti vegetatif akan mati setelah sampai di bakal biji.
      • inti generatif 1 (n) + ovum (n) —–> zigot (2n)
      • inti generatif 2 (n) + inti kandung lembaga sekunder (2n) —–> endosperm (3n)
      Masuknya inti generatif ke dalam ruang bakal biji ada beberapa cara, yaitu:
      • Porogami : bila dalam pembuahan masuknya spermatozoid melalui mikrofil.
      • Aporogami : bila masuknya spermatozoid tidak melalui mikrofil. Bila masuknya spermatozoid melalui kalaza, maka disebut kalazogami.
      Embrio pada tumbuhan berbiji dapat terjadi karena:
      a) Amfiksis (amfmiksis), yaitu terjadinya embrio melalui peleburan antara ovum dan sel spermatozoid.
      b) Apomiksis,embrio terjadi bukan dari peleburan sel telur dengan sel spermatozoid. Apomiksis dapat terjadi karena:
      • Partenogenesis, yaitu pembentukan embrio dari sel telur tanpa adanya pembuahan.
      • Apogami, yaitu embrio yang terjadi dari bagian lain dari kandung lembaga tanpa adanya pembuahan, misalnya dari sinergid atau antipoda.
      • Embrioni adventif, yaitu embrio yang terjadi dari selain kandung lembaga. Misalnya, dari sel nuselus.
      Terjadinya amfimiksis dan apomiksis secara bersama-sama menyebabkan terdapatnya lebih dari satu embrio dalam satu biji. Peristiwa ini disebut poliembrioni. Poliembrioni sering dijumpai pada jeruk, mangga, nangka, dan sebagainya.